Total Tayangan Halaman

Minggu, 07 Februari 2010

Rumah Panel Compact dari Kayu Kelapa






Rumah Panel Compact dari Kayu Kelapa

Hmmm, masih kurang familiar mungkin dengan rumah kayu kelapa ini…

Hmmm, tapi ternyata rumah kayu kelapa ini mulai ramai dibicarakan dalam bidang konstruksi rumah sederhana maupun arsitektural. Kayu kelapa ini mulai dilirik berbagai kalangan karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan jenis kayu lain yang biasa digunakan untuk pekerjaan pembangunan (biasanya untuk rumah tinggal), seperti kayu kamfer dan meranti.

Saya ingin bercerita mengenai salah satu pengalaman yang pernah saya amati tentang rumah panel kayu kelapa ini. PTPN VIII, sebuah BUMN yang bergerak di bidang perkebunan pernah mencoba konstruksi rumah kayu kelapa ini untuk keperluan bantuan perumahan saat rekonstruksi daerah Pangandaran pasca-tsunami tahun 2006 lalu, dengan membuatnya seperti mainan lego. Maksudnya disini adalah bagian-bagian rumah, terutama dinding penyekat ruangan, jendela, dan pintu dibuat dalam partisi-partisi (panel) yang nantinya akan disatukan dan dirangkai di lapangan.

Uji coba instalasi rumah panel ini dilakukan di lokasi perkebunan Gunung Mas. Proses awalnya adalah dengan memotong-motong kayu kelapa yang sudah dipilih, biasanya untuk konstruksi rumah sederhana digunakan kayu dari pohon kelapa dengan usia >50 tahun yang sudah tidak produktif lagi.


Lalu, menyusunnya menjadi partisi-partisi bangunan (panel). Panel yang dibuat waktu itu umumnya berukuran 3 x 3 meter.


Itu persiapan yang dilakukan di tempat perakitan panel rumah. Persiapan lainnya yang perlu dilakukan adalah persiapan di lokasi rumah panel akan didirikan. Sebelumnya kita harus mempersiapkan pondasi dangkal terlebih dahulu (pondasi rumah tinggal) dari pasangan batu kali pecah dengan kedalaman 1-2 m, disesuaikan dengan keadaan lokasi. Kebetulan rumah panel yang akan diinstall waktu itu berukuran kompak, 6 x 6 meter, sedangkan pondasinya dibuat 6 x 9 meter, menyisakan 1.5 meter untuk depan dan belakang rumah.


Setelah pekerjaan pondasi selesai, barulah panel-panel kayu kelapa diangkut ke lokasi instalasi. Sebelum di install, terlebih dahulu kita membuat rangka-rangka untuk panelnya yang tersambungkan dengan slope pondasi. Sambungan antara rangka dengan slope pondasi ini dikaitkan dengan angkur.



Barulah, setelah rangka dipasang, panel-panel rumah siap diinstall. Hal yang perlu diperhatikan dalam instalasi rumah panel ini adalah sambungannya. Bagian terlemah dari rumah panel ini bisa terjadi di sambungannya. Karena itu, perlu dijaga proses pembautan/pemakuan dalam sambungan antar panelnya.

Perlu diperhatikan juga, karena sifat kayu kelapa ini berserat, putus-putus (kelapa merupakan pohon monokotil, bukan dikotil seperti pohon lainnya yang kayunya biasa dijadikan bahan konstruksi), beban yang mampu dipikul jenis kayu ini terbatas, dan kurang cocok untuk menahan beban berat seperti kuda-kuda dengan bentang panjang. Kelemahan satu lagi dari kayu kelapa ini adalah ketahanan terhadap rayap. Hal ini dapat diatasi melalui treatment dengan terlebih dahulu merendam kayu kelapa dalam larutan anti rayap atau bahan sejenisnya.

Selain untuk konstruksi rumah tinggal juga, kayu kelapa ini sudah banyak digunakan untuk keperluan arsitektural, seperti lantai rumah. Karena kayu kelapa ini memiliki corak yang unik untuk dekorasi arsitektural rumah tinggal, apalagi setelah diplitur dengan baik. Kayu kelapa juga biasanya digunakan untuk konstruksi gasibu – ejaan asli (nama beken – ejaan salah : gazeebo).

Perlu diingat juga, setelah kita memanfaatkan kayu kelapa ini, yang otomatis menebang pohonnya, jangan lupa melakukan re-planting pohon kelapa untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jangan sampai kita menebang pohon berlebihan… =)

Ternyata, kayu kelapa ini sudah menjadi salah satu komoditi ekspor Indonesia ke negara-negara Eropa, maupun sekitaran Asia Tenggara. Hayooo… pilih mana…?? kayu kelapa yang murah atau kayu kamper/meranti yang mahal…?? hahahahahaha…
Dalam membangun sebuah rumah kebanyakan pemilik pasti memilih barang-barang kualitas terbaik yang mungkin harganya relatif mahal. Tetapi bagaimana jika kita ingin membangun sebuah rumah dengan dana yang terbatas?

Apakah mungkin mendapatkan rumah yang indah dengan kualitas baik?

Kayu glugu merupakan salah satu komponen dalam membangun rumah dengan dana terbatas tapi mempunyai kualitas yang cukup apik.

Kayu murah ini bisa tampil sangat cantik jika kita kreatif dalam melakukan sentuhan akhir (finishing). Glugu jika digunakan sebagai pagar bisa tampil sangat kekar. Jenis kayu ini memiliki urat-urat kayu yg sangat kasar.
Dalam pembangunan rumah sebenarnya banyak material yang bisa digunakan sebagai alternatif dalam membangun rumah.

Minggu, 17 Mei 2009

tentang kayu kelapa atau glugu

mungkin saat ini kayu yang berasal dari hutan sudah mulai sedikit, untuk keperluan bahan bangunan rumah karena semakin menyempitnya hutan yang ada diindonesia